Sejarah Batu DITIRATU LAKAMELA di Pulau Seira, Kabupaten Kepulauan Tanimbar
Sejarah Batu DITIRATU LAKAMELA di Pulau Seira, Kabupaten Kepulauan Tanimbar
Pulau Seira di Kabupaten Kepulauan Tanimbar memiliki sejarah yang kaya akan warisan budaya dan tradisi leluhur. Salah satu peninggalan sejarah yang menonjol adalah dua batu besar yang dikenal dengan nama DITIRATU LAKAMELA. Batu-batu ini tidak hanya merupakan artefak sejarah, tetapi juga simbol hubungan dan transaksi antara para leluhur dan masyarakat setempat.
Sejarah Batu DITIRATU LAKAMELA
Menurut sejarah desa Kamatubun, kedua batu ini digunakan dalam sebuah transaksi penting oleh para leluhur kepada tiga marga di desa Rumahsalut. Batu-batu ini diberi nama pasangan suami istri, yakni DITIRATU (perempuan) dan LAKAMELA (laki-laki). Batu DITIRATU memiliki berat sekitar 3-5 ton, sama seperti batu LAKAMELA.
Proses Pemindahan Batu
Cerita menarik lainnya adalah mengenai proses pemindahan batu-batu ini dari Pulau Selu ke Seira. Menurut sejarah, batu-batu ini dibawa oleh pekerja yang disebut kuli bia. Batu-batu tersebut diikat menggunakan rumput alang-alang dan dipikul dengan gaba-gaba pohon sagu. Mereka kemudian diletakkan di Desa Rumahsalut, tepatnya di depan rumah keluarga Wuritimur-Louloulia.
Signifikansi dan Lokasi
Batu DITIRATU dan LAKAMELA bukan hanya sekadar batu, tetapi juga saksi bisu dari sejarah panjang dan warisan budaya masyarakat setempat. Kedua batu ini kini berada di alun-alun Desa Rumahsalut, menjadi simbol kekuatan dan keberanian para leluhur dalam menjalani kehidupan serta menjalin hubungan dengan masyarakat lain.
Penempatan Batu
Batu yang dikenal sebagai LAKAMELA mewakili laki-laki, sementara batu yang dikenal sebagai DITIRATU mewakili perempuan. Batu LAKAMELA terletak di bagian atas gambar, sedangkan batu DITIRATU terletak di bagian bawah gambar. Penempatan ini mengandung filosofi mendalam tentang keseimbangan dan harmoni antara dua elemen penting dalam kehidupan, yaitu laki-laki dan perempuan.
Penutup
Kisah tentang batu DITIRATU LAKAMELA di Pulau Seira ini merupakan bagian penting dari sejarah dan budaya masyarakat Kepulauan Tanimbar. Melalui peninggalan seperti ini, generasi masa kini dan mendatang dapat belajar dan menghargai warisan budaya yang telah ditinggalkan oleh para leluhur mereka.
Dengan menjaga dan merawat warisan ini, kita tidak hanya melestarikan sejarah, tetapi juga menghormati perjuangan dan kerja keras para leluhur dalam membangun komunitas yang harmonis dan saling menghargai.


Sejarah Batu.. pas di Muka Rumah, dari Wuritimur
BalasHapusApa yang anda ceritakan cukup fakta, akan tetapi coba konsul lagi ke orang tua adat dll, untuk konfirmasikan bahwa apa yang anda menuliskan ini fakta atau tidak, dan apa yang anda katakan bahwa 2 batu tersebut berada di depan rumah keluarga wuritimur dan louloulia, itu benar sekali, Terima kasih. Dan saya menunggu cerita menarik lainnya dari anda
BalasHapus